Autosecurity

PROYEK AKHIR , Keamanan Sistem Jaringan tingkat Lanjut

Autosecurity site BTS
Kristanta Riyadi, 23207056
MAGISTER CIO - Chief Information Officer

I. PENDAHULUAN

Kurang meratanya infrastruktur jaringan listrik dapat mengakibatkan suatu daerah ketinggalan dalam membangun ekonomi daerahnya. Hal ini juga berakibat bagi tersedianya jaringan telekomunikasi di suatu daerah. Untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik, operator telekomunikasi pada umumnya menggunakan Generator Set.

Saat ini banyak site BTS dan transmisi di Area Non Jawa mengandalkan Generator set dan baterei sebagai catu-daya utamanya. Jaringan listrik hanya digunakan pada saat jaringan tersebut menyala. Pada umumnya backup battery didesain untuk waktu lebih dari 8 jam.

Pengoperasian Genset secara terus menerus membutuhkan pasokan bahan bakar sesuai kebutuhan. Pada umumnya site BTS dan transmisi adalah site yang agak jauh lokasinya dari pemasok bahan bakar. Hal ini akan mengakibatkan kesulitan pengiriman bahan bakar. Kebutuhan bahan bakar harus dipenuhi sebelum bahan bakar habis.

Pemakaian bahan bakar yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan pemborosan bahan bakar. Sering terjadi pencurian bahan bakar dalam prosentasi yang kecil tetapi rutin setiap hari. Hal ini menyebabkan biaya operasional yang cukup besar.

Pengoperasian site BTS dan transmisi di daerah pedalaman juga sering mengalami masalah keamanan. Hal-hal yang sering menjadi masalah keamanan dan dampaknya sangat besar bagi perangkat di suatu site adalah kabel grounding.

Hilangnya kabel grounding akan menyebabkan perangkat elektronik dalam keadaan tidak terlindungi. Investasi besar yang ditanamkan untuk pengadaan BTS dan transmisi dari suatu operator dapat hancur dalam sekejap jika tersambar petir.

Oleh karena itu dibutuhkan suatu Sistem Keamanan yang dapat melindungi site BTS dari pencuri. Untuk melindungi suatu site BTS secara otomatis, maka diusulkan menggunakan sistem Autosecurity. Autosecurity site BTS melindungi suatu site dengan cara mengalirkan listrik pada saat terdeteksi adanya pencuri yang berusaha masuk suatu site dengan periode tertentu. Pada sistem ini dapat ditambahkan juga sistem untuk mendeteksi jumlah bahan bakar dalam tangki harian dan tangki bulanan di suatu site dan dikirimkan ke suatu server.

Kajian Return On Security Investment menggunakan autosecurity system bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi autosecuritysystem. Return On Security Investment dihitung berdasarkan desain sistem, besarnya biaya investasi dan besarnya biaya operasional. Dari Kajian ini akan diketahui apakah sistem solusi ini layak untuk diterapkan di daerah pedalaman pada site BTS dan transmisi ataukah tidak. Jika Layak, maka akan dilakukan analisa jika diterapkan di daerah pinggiran kota.

II. PERMASALAHAN

Pengoperasian suatu site BTS dan transmisi di luar kota mempunyai beberapa kekurangan. Berdasarkan data-data kejadian di site BTS dan transmisi, maka kejadian yang berhubungan dengan sistem keamanan yang perlu diperhatikan adalah :

1.Pencurian kabel grounding tower dan perangkat

2. Pencurian bahan bakar generator set

III. ANALISA MASALAH

Berdasarkan pemaparan permasalahan di atas, maka dilakukan analisa dengan metodologi sebagai berikut :
Pengenalan masalah
Pemecahan masalah
Analisis ROSI

III.1. PENGENALAN MASALAH

III.1.1. Pencurian kabel grounding

Pencurian kabel grounding sangat berbahaya bagi perangkat yang berada di suatu site BTS. Jika terjadi hujan dan petir menyambar gedung atau bangunan di dekat site BTS, maka perangkat bisa menjadi rusak karena tidak ada groundingnya.

Energi yang dihasilkan oleh satu sambaran petir bisa mencapai 55 kwhours. Statistik menunjukan bahwa besaran arus Petir umumnya berkisar antara 30-80 KA. Bahkan dalam kasus ekstrem bahkan mencapai 300KA.

Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh petir terhadap perangkat telekomunikasi di luar ruangan maupun di dalam ruangan dapat dikategorikan menjadi :

1. kerusakan akibat sambaran langsung :

2. kerusakan akibat sambaran tidak langsung

Petir menyambar pada suatu lokasi dan terjadi hantaran induksi melalui aliran listrik/kabel PLN, telekomunikasi, pipa pam dan peralatan besi lainnya.

Indonesia yang terletak di daerah katulistiwa yang panas dan lembab, mempunyai hari berguruh (IKL) yang sangat tinggi dibanding negara-negarah lainnya. Kerapatan sambaran petir di Indonesia sangat besar yaitu 12/ km2 pertahun yang berarti pada setiap luas area 1 km2 berpotensi menerima sambaran petir sebanyak 12 kali setiap tahunnya.

Tabel 1 Kelompok IKL tinggi

Negara hari guruh/tahun (IKL)
Argentina 30-80
Brazil 40 - 200
Hongkong 9 - 100
Indonesia 180 - 260
Malaysia 180 -260
Singapura 160 - 260
Thailand 90 - 200

Tabel di atas menunjukkan bahwa hari berguruh di Indonesia antara 180-260 per tahun, dimana satu tahun adalah 365 hari. Jika kita asumsikan IKL adala 180 , maka terjadi satu kali guruh setiap 2 hari. Jika kita asumsikan bahwa guruh hanya terjadi di musim hujan, dan musim hujan hanya terjadi dalam waktu 6 bulan, maka terjadi satu kali guruh setiap hari.

Tidak semua daerah di Indonesia adalah darah rawan petir. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengelompokkan Indonesia menjadi 5 area Petir seperti pada gambar 1.

Gambar 1 Peta Potensi Petir Indoensia , source BMG (2008)

Dari gambar diketahui bahwa untuk pulau jawa tergolong sedang hingga sangat tinggi. Sedangkan sumatra tergolong sedang dan tinggi, kalimantan tergolong sedang hingga sangat tinggi. Wilayah Sulawesi tergolong sedang dan tinggi. Daerah-daerah di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, Bali, Lombok dan Nusa Tenggara tergolong kurang.

III.1.2. Pencurian bahan bakar generator set

Hal lain yang sering terjadi adalah pencurian bahan bakar untuk generator set. Hal ini akan menyebabkan pemborosan biaya. Karena pelaporan bahan bakar sifatnya manual dan tidak online, maka bahan bakar Generator set adalah biaya operasional yang tidak terkontrol. Pemborosan tersebut dapat dikontrol jika ada suatu perangkat yang menginformasikan level bahan bakar di tangki harian maupun bulanan secara online ke bagian yang berwenang.

III.1.3. Investasi sistem keamanan

Banyak pemilik site BTS tidak melakukan investasi sistem keamanan di site BTS secara besar-besaran. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa investasi di proyek mampu menghasilkan keuntungan, sedangkan investasi keamanan tidak memberikan keuntungan.

Ukuran suatu proyek pada dasarnya adalah keuntungan terhadap modal suatu investasi. Karena keuntungan baru bisa diketahui setelah suatu proyek selesai, maka dikembangkan suatu metode untuk melakukan prediksi keuntungan pada saat proyek selesai di saat ini.

Investasi di proyek dan di sistem keamanan pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu :
Investasi tangible

Investasi tangible adalah investasi yang dapat diukur dengan suatu besaran tertentu
Investasi intangible

Adalah investasi yang tidak dapat diukur dengan suatu besaran tertentu. Contohnya : investasi kebaikan

Keuntungan yang diperoleh dari suatu investasi juga dapat dibagi menjadi :
Keuntungan tangible

Keuntungan yang dapat diukur dengan suatu besaran tertentu
Keuntungan intangible

Adalah keuntungan yang tidak dapat diukur dengan suatu besaran tertentu. Contohnya : keuntungan yang diperoleh akibat sutua investasi kebaikan adalah loyalitas seseorang terhadap investor kebaikan.

Jika yang dijadikan acuan untuk menghitung proyek adalah investasi yang tangible, maka ukurannya adalah Return On Investmet (ROI). ROI atau Kembalinya Modal dapat diukur dengan :
Pay back period

Periode waktu suatu investasi sampai dengan modal kembali
Net Present value

Nilai Sekarang dari cash flow di masa datang merupakan hubungan antara nilai investasi yang ditanamkan sekarang pada tingkat suku bunga tertentu dengan cash flow yang akan diperoleh di masa datang hingga investasinya tertutup. Untuk sistem keamanan, cash flow diperoleh dengan melakukan kuantifikasi manfaat dari penggunan sistem keamanan. Caranya adalah dengan membandingkan hilangnya oportuniti jika tidak menggunakan sistem keamanan.

Suatu investasi akan diterima jika NPV-nya positif, dan akan ditolak jika NPV-nya negatif.
Interest Rate of Return ( IRR )

Manfaat yang dinyatakan dalam tingkat suku bunga dimana tingkat pengembalian pada keadaan NPV adalah 0. Suatu investasi akan ditolak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga. Jika nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang belaku, maka investasi akan diterima.

Tidak semua proyek dapat dapat dihitung ROI-nya. Hanya proyek-proyek dengan keuntungan tangible saja yang dapat dihitung ROI. Sistem keamanan adalah sesuatu yang intangible, maka harus ada metode khusus untuk menghitung keuntungan implementasi sistem keamanan

Terdapat tiga model yang digunakan untuk menganalisa investasi pada sekuriti:
Best Practices. : Adanya alokasi khusu untuk sistem keamanan
Asuransi. Investasi sekuriti dialokasikan untuk menghapus resiko, memperbaiki infrastruktur sekuriti, memindahkan resiko (membeli asuransi) atau menerima potensi kekalahan (kehilangan).
Return on Security Investment (ROSI)

Model ROSI mengandalkan dua komponen : komponen asuransi untuk menganalisa resiko yang dapat dihilangkan atau dikurangi oleh usulan investasi sekuriti dan komponen kedua yang menaksir sumbanga investasi terhadap produktifitas.
III.1.3.1 Return on Security Investment (ROSI)

Dengan adanya internet dan orang dapat mendapat informasi apa saja, maka model-model investasi keamanan yang berbasis kepada Return on Investment kurang cocok untuk diterapkan. Sudah sering terjadi suatu jaringan di perusahaan menjadi “hang” untuk waktu yang lama sehingga transaksi bisnis perusahaan terganggu. Bisnis yang terganggu tersebut dapat terjadi di dalam perusahaan atau hubungan perusahan dengan perusahaan luar,

Jika investasi IT hanya sedikit, maka besar kemungkinan kegiatan perusahaan tersebut akan mengalami masalah yang cukup serius. Model ROI tidak memungkinkan untuk menghitung dan membuat taksiran suatu resiko ancaman dan penyerangan.

Model Return On Security Invesment (ROSI) merupakan gambaran analisa dari infrastruktur sekuriti suatu organisasi. ROSI menghubungkan pengurangan ongkos dengan pengurangan resiko resiko dan menghubungkan pertambahan produktifitas denngan investasi pada sekuriti. Dengan demikian, keuntungan bisnis yang dihasilkan dari usulan investasi sekuriti menjadi jelas.

Pengembalian pada investasi sekuriti (ROSI) didefinisikan sebagai harga yang harus ditanggung akibat kehilangan kepercayaan.

Terdapat empat cara untuk menambah ROSI :
yaitu dengan meminimalkan atau menghapus kerugian operasional,
meminimalkan investasi,
memaksimalkan pengembalian-pengembalian positif dimana ROI dipakai,
mempercepat waktu pengembalian
III.1.3.2 Cara Merencanakan Justifikasi untuk Sekuriti
Merencanakan DRP

- Deteksi (Detection), kemampuan mendeteksi ancaman keamanan

- Reaksi (Reaction), kemampuan dalam merespon kejadian

- Pencegahan (Protection), mencegah intrusi
Membuat urutan prioritas dengan prioritas utama untuk meredakan resiko sehingga terdapat gambaran resiko yang dihadapi berdasarkan hal-hal berikut :

- Tingkat kritis yang berpengaruh terhadap suatu kegiatan. Kekritisan (peliknya pengaruh – operasional atau keuangan)

- Biaya untuk mengurangi resiko

- Jangka waktu proyek

- Menentukan sebuah nilai yang berhubungan untuk masing-masing resiko
Sumber-sumber yang dapat digunakan

- Sejumlah staf khusus/ para kontraktor/ staf tambahan yang diperlukan untuk mencapai sukses.

- Pelaksanaan proyek yang sedang berjalan bersamaan di lokasi yang sama dan memungkinkan untuk menggunakan sumber-sumber yang sama.

- Manajemen waktu proyek

III.2. PEMECAHAN MASALAH
III.2.1. Tahapan DRP - Detection, Reaction, Protection

Berdasarkan langkah DRP,maka disusunlah suatu rencana sistem keamanan autosecurity dengan kemampuan :

Deteksi

Sistem keamanan yang dirancang harus mampu mendeteksi adanya kemungkinan pencurian di suatu lokasi BTS. Cara mendeteksinya adalah dengan menggunakan CCTV yang dilengkapi dengan kemampuan Video Motion Detection. Jika seseorang sedang mendekati pagar site BTS, maka akan terdeteksi.

Reaksi

Sistem keamanan dirancang untuk melakuan reaksi memberi tahu melalui sistem suara yang terpasang di BTS agar seseorang jangan mendekati site BTS jika tidak mempunyai ijin masuk. Seseorang harus mempunyai akses untuk masuk.
Protection

Jika seseorang yang tidak mempunyai ijin masuk tetap mencoba masuk, maka sistem keamanan akan mengaliri pagar site BTS dengan listrik 220V. Gerakan orang tersebut tetap di monitor. Jika nekat masuk, maka akan tersengat aliran listrik dalam waktu 1 detik hinga 5 detik.

III.2.2 Penyusunan sistem konfigurasi Autosecurity

Berdasarkan Langkah DRP di atas diperoleh suatu konfigurasi sistem yang berfungsi secara automatis. Sistem terbagi dalam dua fungsi utama yang menyangkut aspek keamanan, yaitu :
Fungsi terhadap intruder atau penyusup.

Cara kerja sistem ini adalah melakukan pendeteksian gerakan menggunakan sistem CCTV. Cara kerja dari Video Motion Detection adalah sebagai berikut :
VMD mendeteksi perubahan terjadi dari sudut pandang kamera dengan cara menyimpan informasi sebelumnya dan kemudian membandingkannya dengan kondisi saat ini.
Jika terjadi perubahan, maka ada sesuatu yang mencurigakan. Perubahan itu dideteksi dengan perbedaan tegangan video yang terjadi, diindikasikan dengan perubahan brightness di layar.
Hasil yang sama dilakukan pada frame berikutnya, jika tetap terjadi perbedaan tegangan video, maka terjadi penyusupan. Sampling process ini terjadi 1/50 detik samapi 1 detik utnuk mendeteksi perubahan.

Yang tidak kalah pentingnya untuk video motion detection adalah sistem penyimpanan di memori agar dapat dikirimkan ke pusat monitoring sistem keamanan. Resolusi Video dari suatu image dinyatakan dalam 681 x 582 pixels atau terdiri 396,000 picture element. Jika frame yang dalam satu detik mempunyai frame yang ditampilkan adalah 25 frame, maka dalam waktu satu jam frame yang ditampilkan adalah 90,000 frame.

Gambar 2 Resolusi Video

Dengan memori USB H 100-Mb, maka hanya mampu menyimpan 330 frame, atau hanya mampu menampilkan video selama 13 detik pada kondisi normal. Dengan kompresi 2:1 maka hanya mampu menyimpan 26 detik video. Oleh karena itu penggunaan teknologi kompresi yang tepat, sangat menentukan jumlah memori yang diinvestasikan.

Saat ini sudah tersedia CCTV dengan output video yang sudah dikompresi dan tinggal memilih jenis kompresinya.

Gambar 3 Sistem Konfigurasi Autosecurity

Fungsi terhadap pencurian bahan bakar

Sebelum melakukan pembahasan mengenai pencurian bahan bakar, maka dibahas tentang sistem keamanan Catu daya. Hal ini dikarenakan, pencurian bahan bakar akan mempengaruhi kinerja genset dan sistem catu daya.

Sistem UPS terdiri dari 3 input , yaitu :

1. Jala-jala listrik utama

Jala-jala listrik merupakan listrik yang disediakan oleh operator Listrik dalam hal ini adalah PLN. Listrik yang dipasok untuk BTS pada umumnya adalah listrik 3 phase. Daya yang biasanya dipasang adalah 16 KVA, 20 KVA, 23 KVA. Untuk daerah luar jawa, pasokan listrik tersebut tidak dapat dijamin ketersediaannya. Hal ini menimbulkan maslah yang cukup pelik bagi BTS.

Jika listrik putus, maka disconnect switch akan secara otomatis menswitch sistem catuan ke mode genset.

Gambar 4 Sistem Keamanan Catu daya

2. Sistem genset

Sistem ini adqalah sistem sistem back up, karena mahalnya biaya operasional genset dibandingkan menggunakan listrik dari PLN. Selain itu karena genset membutuhkan bahan bakar, banyak timbul masalah dalam hal delivery bahan bakar. Untuk lokasi Kalimantan, transportasi yang kurang bagus, iklim yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor akan sangat menyulitkan operasional genset. Selain masalah operasional, jika genset akan difungsikan untuk menggantikan Listrik dari PLN, maka investasinya menjadi sangat mahal. Genset yang difungsikan sebagai prime power, membutuhkan 2 buah genset. Hal ini dikarenakan genset tidak dapat kerje terus-menerus dikarenakan adanya dissipasi panas akibat perputaran mekanik.

3. UPS Battery

Sistem ini adalah sistem back up, setelah listrik PLN dan genset tidak bekerja. Lamanya suatu battery dapat menyediakan catu daya tergantung dari konsumsi daya yang dibutuhkan dan kapasitas dari baterei sendiri. Jika bateri harus mencatu suatu BTS yang pada umumnya lebih dari 3 KVA, ditambah juga AC ruangan 2 x 2,5 pk, maka back up batterei biasanya pendek. Jika ingin lebih lama, maka harus memilih bateri dengan cyclic yang tinggi. Akibatnya adalah mahalnya investasi.

Mengacu ke sistem keamanan catu data suatu site BTS, maka pencurian bahan bakar genset akan mengakibatkan hal yang cukup fatal, yaitu tidak tersedianya listrik bagi peralatan di suatu site BTS.

Monitoring bahan bakar genset pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara.
Menggunakan perhitungan konsumsi bahan bakar

Pada metode ini, pusat monitoring bahan bakar melakukan perkiraan habisnya bahan bakar dalam tangki bulanannya. Kelamahan dari sistem ini adalah, tidak adanya data yang mendukung kapan genset dinyalakan dan kapan menggunakan jaringan listrik dari PLN. Sistem ini sangat rawan dengan pencurian bahan bakar genset. Kondisi terburuknya adalah jika salah memperkirakan pengiriman bahan bakar untuk proses berikutnya. Jika pengirimin telat, sedangkan bahan bakar sudah habis dan daya dari bateri juga sudah habis, maka layanan yang disediakan oleh BTS yang bersangkutan tidak akan tersedia. Gilirannya adalah komplain dari pelanggan.

Untuk melakukan penghitungan konsumsi bahan bakar, kita dapat menggunakan acuan berikut. Berdasarkan pengalaman, pada saat tidak dibebani generator akan menggunakan setengah bahan bakar dibandingkan dengan saat beban puncak. Perbandingan Daya Output dari generator terhadap konsumsi bahan bakar adalah hampir linier. Artinya pemakaian bahan bakar berbanding lurus dengan daya yang dihasilkan oleh generator

Rumus untuk menghitung konsumsi:

Konsumsi bahan bakar = ( Perkiraan Beban / Output Daya maksimum dari generator ) * 50% + 50% konsumsi bahan bakar maksimum

Jika diasumsikan :

Konsumsi maksimum bahan bakar adalah = 1 gallon/jam

Minimum konsumsi = 0.5 gallon/jam

Pada Setengah beban, konsumsi bahan bakar adalah :

((( 50 Amps/100Amps)*0,5* Gallon)+0,5Gallon)

0,75 Gallon per jam

Metode pengukuran telemetris

Pada Metode ini, kita meletakkan suatu sensor di tangki bulanan untuk mengetahui level bahan bakar di dalam tangki bulanan. Pada saat pusat monitoring mengirimkan bahan bakar untuk genset sejumlah XXX liter, maka jumlah yang sama akan ditampilkan ke Pusat Monitoring.

Caranya adalah detektor CPU dapat mengetahui dan memperkiran volume dari bahan bakar yang dimasukkan. Data ini kemudian di kirimkan ke pusat monitoring melalui jaringan transmisi atau via IP.

Jika terjadi perbedaan jumlah bahan bakar, misalnya yang terukur (XXX-zzz) liter, maka pusat monitoring dapat melakukan teguran real time pada saat pengisian. Dengan demikian, pencurian terhadap bahan bakar dapt dikurangi.

III.3. ANALISIS RETURN ON SECURITY INVESTMENT

Setelah melakukan desain solusi masalah mengikuti langkah-langkah detection, reaction, dan protection, maka perlu dikaji apakah solusi yang didesain sudah memenuhi kebutuhan dan apakah cukup menguntungkan bagi aset yang dilindunginya.

Untuk menghitung Return on Security Investment suatu proyek digunakan rumusan umum untuk ROSI yaitu

ROSI = R - ALE

ALE (Annual Loss Expectancy) = kerugian pertahun.

R = biaya tahunan untuk penggantian angka intrusi (gangguan).

E = dollar yang berhasil dihemat dengan menggunakan perangkat.

T = harga dari perangkat pendeteksi intrusi.

Sebelum melakukan penghitungan ROSI, maka kita harus mengetahui aset-aset yang dilindungi dan juga nilai investasinya. Berikut ini adalalah hasil penghitungan investasi suatu site BTS2)

Aset yang akan dilindungi dalam autosecurity ini adalah :
BTS di site BTS atau transmisi
Perangakt BTS
Perangkat Air Conditioning
Perangkat Transmisi
Genset power system
Genset
ATS dan AMF
Autosecurity System CPU dan CCTV

Baik pencurian kabel grounding dan juga pencurian bahan bakar dapat mengakibatnya kerusakan dari perangkat BTS.

Jika kita perkirakan biaya-biaya investasi adalah

- Sistem BTS lengkap adalah Rp. 1.000.0000.000,-

- Sistem Genset lengkap adalah Rp.150.000.000,-

- Autosecurity system Rp.70.000.000,-

- Site BTS dengan penjaga Rp. 700.000 per bulan

- Asumsi kejadian pencurian adalah 1 kali per tahun

- Faktor kerugian diasumsikan 10% untuk mengganti komponen-komponen yang rusak dan juga hilangnya revenue

- Efektifitas tingkat keamanan 85%

Angka-angka mendekati harga riil dan sengaja disamarkan untuk studi yang dilakukan ini.

Berdasarkan asumsi asumsi di atas, maka dilakukan penghitungan Return on Investment security.

Analisa dilakukan sehingga diperoleh jangka waktu pada saat Break Even Point ( BEP ) :
Jika terjadi pencurian 1 kali dalam 1 tahun

ROSI = R - ALE

ALE = Nilai Asset * Faktor kerugian * kejadian per tahun

= ( 1 M + 0,15 M) * 0,1 * 2

= 11,5 juta

E = ALE * effektivitas + penghematan

= (11,5 juta * 0,85) + (0,7 juta * 12 )

= 9,755 juta + 8,4 juta

= 18,55

ROSI = E – biaya perangkat pengaman

= 18,155 - 70 juta

= -51,845
Jika kurun waktu dua tahun

ROSI = R - ALE

ALE = Nilai Asset * Faktor kerugian * kejadian per dua tahun

= ( 1 M + 0,15 M) * 0,1 * 2

= 23 juta

E = ALE * effektivitas + penghematan

= (23 juta * 0,85) + (0,7 juta * 12*2 )

= 19,51 juta + 16,8 juta

= 35,31 juta

ROSI = E – biaya perangkat pengaman

= 35,31 - 70 juta

= 34,69 juta
jika kurun waktu tiga tahun

ALE = Nilai Asset * Faktor kerugian * kejadian per tiga tahun

= ( 1 M + 0,15 M) * 0,1 * 3

= 55,65juta

E = ALE * effektivitas + penghematan

= (55,65 juta * 0,85) + (0,7 juta * 12*3 )

= 47,3 juta + 25,2 juta

= 72,5 juta

ROSI = E – biaya perangkat pengaman

= 72,5 juta - 70 juta

= 2,5 juta

Return On security Investment terjadi pada tahun ketiga dengan asumsi bahwa :
Kejadian pencurian tiap tahun
Biaya yang timbul akibat rusaknya peralatan adalah 10%.

Jika kita lihat statistik pencurian kabel grounding di site BTS atau transmisi adalah jarang, maka investasi autosecurity system ini secara perhitungan diterima dengan dua catatan di atas ditambah biaya investasi solusi sistem keamanan harus kecil. Hal ini dikarenakan kejadian yang pencurian adalah minimal 3 kali dalam setahun.

IV. KESIMPULAN
Karena kerugian yang ditimbulkan pada saat terjadinya pencurian sangat besar, maka sistem Autosecurity untuk site BTS yang diusulkan adalah layak dengan catatan :
Tingkat pencurian per tahun lebih dari 3 kali
Biaya akibat kerusakan lebih besar dari 10%
Biaya investasi perangkat harus sekecil mungkin
Sebelum melakukan analisa menggunakan Return On Investment sebaiknya dilakukan :
Pencarian data-data yang menunjukkan jumlah tingginya pencurian.
Besarnya biaya yang timbul akibat kerusakan

DAFTRA PUSTAKA
Hary Sucipto, Kajian bisnis dan ekonomi untuk implenentasi keamanan sistem informasi, PPS Teknologi Informasi, 2004.
Badan Meteorologi dan Geofisika BMG, Petir, http://www.bmg.go.id, 2008

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License