Industri Gula

PENDAHULUAN
Gula (sacharosa/sukrosa) adalah hasil asimilasi antara gas CO2 dengan air, dengan bantuan sinar matahari (proses fotosintesa).
Reaksi Kimia :
6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2

PROSES PEMBUATAN
Penggilingan tebu menghasilkan nira mentah
Pemurnian nira mentah
Penguapan nira encer menghasilkan nira kental
Kristalisasi nira kental menghasilkan massecuite
Pemisahan kristal menghasilkan gula
1. Penggilingan tebu
Dilakukan dengan gilingan yang terdiri dari rol-rol baja
Hasil penggilingan berupa nira mentah (80 - 90 % berat tebu)
Nira mentah yang melekat pada serabut kemudian disemprot dengan air (air imbibisi) ± 15 – 16 % berat tebu yang digiling
Untuk mencegah terjadinya inversi (peruraian sukrosa menjadi glukosa & fruktosa) ke dalam nira mentah ditambahkan zat desinfektan (formalin) atau disemprot dengan uap panas
Ampas (bagasse) untuk bahan bakar atau untuk pabrik pulp
2. Pemurnian nira mentah
Untuk menghilangkan pengotor, berupa :
Suspensi kasar (tanah, ampas dsb)
Suspensi koloid (protein, lemak, lilin, tepung, gum dsb)
Zat-zat yang menimbulkan warna & kekeruhan (klorofil, besi oksida dsb)
Cara-cara pemurnian
Defekasi
Sulfikasi
karbonatasi

Pemurnian dengan cara Defekasi
Untuk pemurnian ditambahkan Ca(OH)2 sampai menjadi basa dipanaskan dan diendapkan
Hasil gula kurang seragam
Pemurnian dengan cara Sulfitasi
Bahan additive : Ca(OH)2 & gas SO2

Hasil gula SHS (Super Head Sugar) yang berwarna putih

Pemurnian dengan cara Sulfitasi
Kelebihan dibandingkan dengan proses defekasi:
Kotoran lebih mudah mengendap
Bubur kristal gula (Massecuite) lebih encer
Kristal lebih baik & warna gula lebih putih
Menghemat waktu pemasakan & pengendapan
Kelemahan :
Deposit nira kental dalam alat pemanas & penguap lebih banyak biaya perawatan lebih besar

Pemurnian dengan cara Karbonatasi
Bahan additivie : Ca(OH)2 & gas CO2

Pemurnian dengan cara Karbonatasi
Reaksi penetralan :
Ca(OH)2 + CO2 CaCO3 + H2O

Proses dilakukan pada suhu 55o C hasil gula sangat putih
Bila suhu > 90o C gula mengalami dekomposisi & warna nira menjadi gelap

Setelah mengalami proses pemurnian, nira encer diendapkan dalam clarifier (alat pengendap) & endapan dipisahkan dari nira jernih encer
3. Penguapan nira encer
Untuk memisahkan air dalam nira encer hasil nira pekat
Alat : vacuum multiple effect evaporator
4. Kristalisasi nira kental
Diawali dengan penguapan lanjutan terhadap nira pekat sampai terbentuk kristal-kristal gula (keadaan super saturated)
Hasil : Massecuite (campuran nira pekat & kristal gula)
Alat : Vacuum Pan
Untuk membantu kristalisasi :
ditambahkan kristal-kristal gula halus sebagai inti pembentukan kristal besar kristalisasi seragam & homogen
5. Pemisahan kristal
Untuk memisahkan kristal-kristal gula & cairannya (molasse)
Alat : centrifuge

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License