Kripto

Kristanta Riyadi, Magister CIO ITB
Tugas Memecahkan sandi atau kode

Pada hari ini Selasa tanggal 23 oktober 2007, saat tidur, kudengar adzan subuh di telingaku. Suara dari surga tersebut membangunkan aku untuk segera mengambil air dan berwudhlu untuk melaksanakan sholat subuh. Tidak kulihat istriku di sebelahku, mungkin dia sudah bangun dan sedang melaksanakan sholat subuh. Kulihat anak-anakku, Mbak Sheila yang masih berumur 7 tahun dan Mas Rofii’ yang berumur 5 tahun masih tertidur lelap. Kulihat pusar anak-anakku kelihatan, kubetulkan baju mereka, sehingga pusar mereka tertutup. Memang kebiasaan anak-anakku saat tidur adalah menarik bajunya ke atas, sehingga perutnya kelihatan. Begitu sunyi pada saat anak-anak tidur. Mbak Sheila yang lahir pada hari Sabtu, memang lebih kool. Sedangkan Mas Rofii’ yang paling suka ribut, setiap ketemu aku pasti mengajak perang-perangan. Sering pada saat aku sedang asik tiduran, tiba-tiba dia muncul dan berteriak ”Serang!”. Teriakan itulah yang sering membuat aku kaget sekaligus senang sekali karena itu adalah pertanda untuk bermain perang-perangan.

Aku berjalan mendekati jendela, kubuka gorden dan kulihat cuaca di luar rumah masih gelap. Kulihat istriku sudah memakai mukena dan menggelar sajadah panjang. Melihat aku bangun, dia mengurungkan niatnya untuk melakukan sholat subuh dan menunggu aku untuk melakukan sholat berjamaah. Selesai sholat, aku melakukan dzikir dan membacakan sholawat untuk nabi serta kututup dengan membacakan doa untuk kedua orang tuaku; ayahku yang sudah almarhum di tahun 1995, ibuku yang masih hidup dan sedang menjalani masa-masa tuanya nun jauh di dekat Merapi sana.

Selesai sholat, maka roda kehidupan mulai terasa berjalan. Aku belajar dan mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus, sedangkan istriku membangunkan anak-anakku untuk sholat, mandi, makan, dan kemudian berangkat ke sekolah. Pada saat itulah terjadi hal yang mengagetkanku.

”Mas, tolong nyalain air, soalnya airnya kok tidak ngocor.”kata istriku

”Okey, aku akan membuka kran utama. Nih, sudah kubuka. Gimana ?” kataku

”Kok belum ngocor ?” kata istriku

”Kok aneh? Coba aku periksa dekat meteran dulu ya.”

Aku berjalan ke halaman depan untuk meteran dan kran air.

”LHO!!!! Yaaang, meterannya hilang!!!Dasar Maling.”teriakku. Amarahku meluap dan sumpah serapahku pun muncul di pagi hari itu.

”Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami” kata istriku.

” Mas, sabar mas. Ingat Allah Mas.” Kuhirup udara pagi hari panjang-panjang, dan kemudian kulepas sedikit demi sedikit.

“Tolong hubungi Petugas air, dan beritahukan bahwa meteran kita sudah hilang” kataku setelah hati mulai tenang. Istriku kemudian menelepon ke rumah Pak Sony, Pengelola Air di komplek perumahanku.,

”Sudah kutelpon, dan katanya meteran akan diperbaiki hari sabtu mas.”kata istriku.

”Kenapa hari sabtu, kita kan pengin istirahat di hari libur tersebut. Aku paling tidak suka kalo hari sabtu digunakan untuk bekerja, bertamu, belajar dan lain lain” ujarku.

Memang sulit hidup di negaraku ini. Kalo kita kaum yang lemah, maka harus mengikuti kemauan yang kuat. Pencurian adalah hal yang dianggap lumrah, korupsi besar-besaran sudah tidak dirasa, sogok-menyogok di semua segi kehidupan-pun sudah tidak dianggap sebagai momok yang menakutkan.

Memang, hidup adalah keseimbangan antara hal-hal yang paling menyenangkan dan hal-hal yang paling tidak disukai.
PERINTAH :
PECAHKANLAH KODE YANG DIKIRIM INI. ANDA AKAN MENEMUKAN SUATU PERINTAH.

Kunci :

- Hal yang paling menyenangkanku adalah bermain perang-perangan dengan anakku, kodenya adalah : “SERANG.”

- Hal yang paling tidak menyenangkanku adalah digunakannya “HARI SABTU” untuk hal-hal lain selain liburan

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License