SOO

Kristanta Riyadi, M.T.
IT and Service Oriented Society Review

IT & Service oriented

Sudah jamak diketahui bahwa kebudayaan dapat berubah akibat ditemukannya teknologi baru. Perubahan yang terjadi di tahun-tahun terakhir abad ini jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya, atau boleh dikatakan tumbuh secara “eksponensial”. Akibat penemuan teknologi baru tersebut dipaparkan :
Kebudayaan telah berubah dari budaya primitif , menjadi budaya industri, kemudian menjadi kebudayaan knowledge dan saat ini ,untuk sementara, kita berada di kebudayaan pervasive atau ubiquituous.
Masyarakat berubah budaya dari budaya primitif menjadi seperti sekarang ini akibat adanya penemuan teknologi mesin uap, penemuan teknologi kimia, penemuan teknologi listrik, penemuan tekologi komputer, penemuan teknologi telekomunikasi dan seterusnya.

Salah satu ciri-ciri Masyarakat pervasive atau ubiquituous adalah tingginya Nation Labor Service. Studi telah dilakukan untuk mencari hubungan antara Labour, Agriculture, Goods dan Service dan hasilnya menunjukkan bahwa semakin maju suatu bangsa atau negara, maka komposisi Service-nya semakin besar. Hal ini ditunjukkan oleh negara-negara seperti China, Amerika dan negara-negara Eropa.

Di dalam masyarakat pervasive/ubiquituous, kecenderungan lingkungan yang berorientasi service ( Service Oriented Environment ) ditunjukkan oleh :

- Sifat kolaborasi
- Sharing
- Open Community

Ketiga hal itu menimbulkan ketertarikan beberapa ahli untuk mempelajari karakteristik tersebut. Menurut mereka, ada 4 komponen utama SOE yaitu :

- Business environment

- Infrastucture

- Agents ( buyer maupun seller )

- Technology

Keempat hal itu ditunjukkan oleh implentasi e-learning, e-market, e-…. hingga virtual market, virtual learning, virtual…….,

Sehingga muncul suatu faham baru tentang Service System Science

Data & Informasi & Knowledge VALUE

Pemerintah Indonesia saat ini merencanakan jaringan informasi yang berbasis Service Oriented, berupa strategi OPEX, bukan CAPEX. Karena cepatnya perubahan teknologi, maka Pemerintah cukup menggunakan Layanan yang disediakan oleh operator tanpa perlu membangun sendiri jaringan informasinya. Sehingga kapan pun, dimanapun, kebutuhan apaun tidak tergantung kepada suatu media.

Perkembangan Service Oriented :

Tahun Layanaan
2000 Web service
2003 SOA
2006 S-a-a-S
2007 Software plus service

SOA= Service Oriented Archietecture
SaaS=Software as a Service

Key factor untuk bisnis yang berdasarkan SOA:

  1. Multichannel Application
  2. Composit Application
  3. Bisnis Process Composition
  4. Service Oriented Enterprise

Dengan 4 key factor tersebut, maka dibutuhkan seorang arsitek IT yang bertugas untuk melakukan :

  1. Business Modelling
  2. Architecure Modelling
  3. Operation Modelling
  4. Customer demand

Kesimpulan
Masyarakat sedang menuju masyarakat ubiquituous/pervasive, dengan semboyan kapanpun dimanapun dengan apapun atau dengan siapapun agar memperoleh informasi yang dibutuhkan.
Akibat dari keinginan Service Oriented Society, maka tidak ada ketergantungan terhadap media apapun maupun teknologi apapun
Akibat dari poin 2, Semua teknologi harus berorientasi SERVICE atau Service Oriented.
Diperlukan suatu Arsitektur teknologi untuk menyediakan Service Oriented
Diperlukan seorang arsitek untuk membuat Arsitektur teknologi, termasuk Information Teknologi

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License